Cara Praktis Membuat Makanan Padat untuk Bayi Usia 6 Bulan

Artikel ini terwujud dari sebagian laba yang diperoleh AdoraBabyShop.Com. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para pelanggan setia AdoraBabyShop.Com, sehingga kami bisa memberikan kembali kepada para Bunda/Ayah diseluruh indonesia dalam bentuk ilmu tentang dunia kehamilan dan parenting yang bermanfaat.
Makanan padat rumahan adalah salah satu alternatif yang bisa kita pilih saat si kecil memulai tahap perpindahannya ke makanan padat. Sekitar usia 6 bulan maka bayi akan siap untuk mencoba jenis dan tekstur makanan baru.

123127_bayimakants

Sembari kita tetap memberikan asi atau susu formula, kita juga bisa memberikan sereal gandum utuh, buah-buahan yang dihaluskan, sayuran, kuning telur, daging dan olahan susu. Membuat sendiri makanan padat rumahan bisa memberikan kita kontrol akan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan. Hal ini akan sangat bermanfaat

terutama jika bayi kita menderita alergi makanan. Pertama-tama yang harus kita lakukan sebelum memulai prosespembuatan tentu sjaa menyiapkan bahan dan juga alat. Untuk itu kita akan memerlukan buah dan sayuran segar

atau yang telah dibekukan, air yang sudah disaring dan juga mangkok. Berikut ini adalah beberapa langkah untuk membuat sendiri makanan padat bagi si kecil tercinta:
Bersihkan sayuran dan buah yang akan digunakan untuk membuat makanan padat rumahan dengan air dingin yang mengucur dari kran.Selain itu kita juga perlu sikat yang bersih untuk membersihkan kotoran yang menempel.
Kupas buah dan sayuran yang perlu dikupas untuk membersihkan lapisan terluar yang mungkin masih mengandung residu pestisida atau lilin. Sayangnya proses pengupasan ini seringkali menghilangkan kandungan nutrisi. Untuk mencegahnya kita bisa merendam buah atau sayuran dalam air mendidih selama beberapa detik. Setelah itu pindahkan buah dan sayuran dan keringkan dengan handuk bersih.
Masaklah buah dan sayuran agar tidak memberatkan kerja perut bayi yang masih rapuh. Beberapa sayuran dalam pembuatan resep makanan padat rumahan seperti skuash dan juga kentang manis bisa dipanggang dalam oven. Buah apel dan pir bisa dimasak dan dijadikan saus dengan menambahkan sedikit air. Buah ceri, plum atau peach sebaiknya dimasak dalam kondisi belum dikupas untuk mencegah buah menjadi terlalu lembek. Sedangkan buah dan sayuran lainnya bisa dikukus atau dimasak dengan air mendidih.
Dinginkan buah dan sayuran yang telah dimasak setidaknya selama setengah jam sampai bisa dipegang dengan mudah dengan tangan tanpa perlindungan apapun.
Haluskan bahan makanan padat rumahan dengan menggunakan blender atau mixer. Kita mungkin perlu untuk menambahkan sedikit air atau yoghurt sampai mendapatkan kekentalan dalam level yang kita inginkan. Saat membuat makanan padat rumahan sebaiknya tidak terlalu kental karena akan menyakiti perut bayi.

Simpan makanan dalam wadah yang steril di lemari es selama paling lama 2 hari. Selain itu, kita juga bisa menyimpan makanan padat rumahan dalam wadah steril yang tersegel dengan menggunakan penekan kaleng atau air panas.
Setelah kita memperkenalkan makanan padat yang berbeda maka kita bisa mencoba untuk mengkombinasikannya sampai menciptakan makanan padat rumahan baru yang menarik selera si kecil. Selalu waspada akan gejala alergi

dengan cara memberikan jeda 3 atau 4 hari sebelum memperkenalkan jenis makanan baru. Untuk jenis-jenis makanan yang sebaiknya diberikan sebenarnya tidak memiliki aturan khusus. Setiap bayi berbeda dan unik sehingga memiliki selera tersendiri. Jangan merasa putus asa atau panik jika si kecil sepertinya tidak ingin mencoba semua makanan

padat rumahan yang kita buat. Berikan waktu selama 1 atau 2 minggu sebelum mencoba untuk memberikannya kembali. Pada kenyataannya selera bayi berkembang seiring dengan waktu sehingga makanan yang sekarang ini dia tolak mungkin akan menjadi makanan favoritnya di minggu yang akan datang.
Ada beragam bahan yang dari sayuran dan buah yang bisa kita gunakan untuk membuat makanan padat rumahan. Untuk sayurannya kita bisa mencoba kembang kol, asparagus, buncis, kentang, kentang manis, kacang hijau, tomat,

brokoli, zuchini, wortel serta campuran berbagai sayuran. Sedangkan untuk buahnya kita bisa menggunakan apel, peach, aprikot, ceri, pir, alpukat, nanas, pisang, plum, buah bit, anggur, kiwi, blueberi, mangga, melon dan pepaya. Bahan-bahan lain yang bisa kita gunakan untuk membuat makanan padat rumahan antara lain:
– Daging
Daging adalah sumber protein dan zat besi. Pada usia 6 sampai 9 bulan, cadangan zat besi pada bayi mulai berkurang. Oleh karena itulah kita perlu memperkenalkan daging sebagai penghasil zat besi yang merupakan bagian penting dari alirna darah, pembawa oksigen ke jaringan dan menyediakan energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Pertama-tama kita bisa mencoba untuk memperkenalkan daging ayam dan kalkun saat usia 7 sampai 8 bulan. Jangan pernah memberikan daging olahan seperti ham atau hot dog sebagai makanan padat rumahan karena mengandung kadar garam yang tinggi dan kurang kandungan nutrisi.
– Tahu
Tahu adalah bahan tambahan yang pas untuk makanan padat rumahan bagi bayi yang berusia sekitar 8 bulan.
– Ikan
Ikan dikenal memiliki kandungan protein, potassium dan vitamin yang tinggi. Selain itu kandungan Omega 3 menjadikan ikan pas untuk bahan makanan padat rumahan karena bisa menurunkan kolesterol dan mencegah tekanan darah tinggi.
– Yoghurt
Sebaiknya kita memilih yoghurt dengan rasa tanpa pemanis. Jangan juga mencoba untuk menambahkan madu sebagai pemanis karena madu berbahaya bagi bayi dibawah 1 tahun.
– Keju
Keju bisa kita jadikan tambahan saat memulai pemberian makanan padat. Untuk variannya, tentunya ada berbagai macam keju yang ada di pasaran. Lau keju apa yang pas bagi si kecil? Jenis keju yang tepat untuk makanan padat bayi adalah jenis cottage daripada cheddar yang cenderung terlalu kuat dalam segi rasa.
– Kuning telur
Kuning telur yang dihancurkan aman untuk diberikan sebagai makanan padat rumahan bagi bayi usia 6 sampai 9 bulan. Kuning telur dipilih karena memberikan kontribusi penting bagi perkembangan otak bayi.
– Kacang-kacangan
Kacang-kacangan bisa kita pilih sebagai makanan padat rumahan berikutnya karena tinggi akan kandungan protein dan mineral.
By Desi Purbi.

Tinggalkan Balasan