Masalah Umum Saat Pelatihan Buang Air Bagian ke 1

Artikel ini terwujud dari sebagian laba yang diperoleh AdoraBabyShop.Com. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para pelanggan setia AdoraBabyShop.Com, sehingga kami bisa memberikan kembali kepada para Bunda/Ayah diseluruh indonesia dalam bentuk ilmu tentang dunia kehamilan dan parenting yang bermanfaat.
Proses transisi dan pembelajaran lewat pelatihan buang air seringkali tidak bisa berjalan mulus. Hal ini lebih banyak terjadi dikarenakan anak yang terbiasa memakai popok akan merasa canggung atau tidak nyaman untuk berpindah memakai toilet. Tentunya ada berbagai macam masalah lainnya yang juga seringkali menghambat proses pelatihan ini. Masalah-masalah itu antara lain:
1 . Anak tidak mengenali pentingnya untuk buang air kecil meskipun dia mengetahui pentingnya buang air besar.

Hal ini seringkali terjadi pada saat pelatihan buang air karena beberapa anak tidak mendapatkan kemampuan mengontrol buang air kecilnya meskipun saat dia sudah bisa mengontrol buang air besarnya. Tetaplah untuk meneruskan latihan dengan pemikiran ini dalam benak kita.

Masalah Umum Saat Pelatihan Buang Air Bagian ke 1
2. Anak mencoba untuk bermain-main dengan tinja.

Hal sederhana ini seringkali membuat para orang tua menjadi frustasi saat melakukan pelatihan buang air. Hal ini terkadang dilakukan oleh sebagian anak dikarenakan besarnya rasa keingintahuannya. Untuk mengatasinya, kita bisa dengan mudah mengatakan dan menjelaskan bahwa tinja bukanlah sesuatu yang diperuntukkan sebagai mainan.
3. Anak lelaki kita berkeras untuk buang air kecil sambil duduk

Sebagian besar anak lelaki ingin duduk sembari belajar cara buang air di toilet saat pelatihan buang air. Hal inilah yang kemudian membuat para orang tua merasa kesulitan untuk bisa menjelaskan bagaimana posisi yang seharusnya tepat saat buag air bagi anak laki-laki. Untuk menyelesaikan masalah ini, kita bisa membiarkan saja dulu mereka untuk

buang air dengan cara duduk. Baru setelah jagoan kecil kita sudah menguasai pengontrolan otot pelepasannya maka kita bisa menjelaskan secara perlahan bahwa balita laki-laki buang air kecil dengan cara berdiri.
4. Si kecil menolak untuk buang air di toilet.

Penolakan adalah salah satu hambatan terbesar yang seringkali dialami oleh orang tua. Hal ini jugalah yang seringkali membuat orang tua menjadi berhenti dengan sendirinya untuk meneruskan pelatihan buang air anak. Pada dasarnya,

penolakan bisa diartikan sebagai bukan saat yang tepat untuk memulai pelatihan. Karena itu jika si kecil terlihat ingin buang air besar atau kecil maka ajaklah di ke toilet dan biarkan di duduk selama beberapa saat. Gunakan beberapa saat ini untuk menjelaskan apa yang kita harapkan. Tetaplah terlihat santai dan ceria di depan si kecil. Jika anak masih saja menolak dengan keras maka kita tidak boleh memaksakan kehendak.
5. Si kecil buang air sembarangan

Ada kalanya meskipun kita sudah mengajari si kecil melalui pelatihan buang air namun tetap saja terjadi ‘kecelakaan’ dimana si kecil kelepasan dan buang air di celana. Jika hal ini terjadi maka cobalah untuk tidak menjadi kecewa dan

marah-marah. Hukuman dan juga ungkapan kekecewaan yang berlebihan biasanya hanya akan membuat si kecil merasa sedih dan memperlambat proses kita dalam melatih buang air.Masalah Umum Saat Pelatihan Buang Air Bagian ke 12
6. Anak terlihat kecewa ketika dia melihat kotorannya dibuang

Beberapa anak memiliki keyakinan bahwa kotoran adalah bagian dari tubuh mereka jadi akan menjadi menakutkan dan berat bagi mereka untuk mengerti. Untuk masalah ini, kita perlu untuk menjelaskan tujuan dari pembuangan ini adalah demi kesehatan jadi kotoran yang menumpuk di dalam tubuh akibat sisa-sisa makanan harus dibuang.
7. Anak seringkali merasa ketakutan akan terhisap masuk ke dalam toilet

Banyak anak yang merasa takut akan terhisap saat kita membuang kotoran dengan pusaran air sementara mereka masih duduk di atasnya. Agar anak merasa tenang dan memiliki keyakinan kontrol terhadap dirinya maka kita bisa

membiarkannya membuang selembar tisu toilet kedalamnya kemudian menyiramnya dengan air. Hal ini akan mengurangi ketakutannya selama pelatihan buang air yang ditimbulkan oleh suara pusaran air dan juga pemandangan bahwa kotorannya menghilang.
8. Anak seringkali langsung buang air begitu diajak ke toilet.

Hal ini sering sekali terjadi pada masa-masa awal dalam proses pelatihan buang air. Anak akan butuh waktu untuk mempelajari bagaimana cara menenangkan otot yang mengontrol pelepasan.

Jika hal ini sering terjadi maka ini adalah pertanda bahwa anak belum siap untuk memulai pelatihannya. Kita bisa memulai dengan cara yang lebih perlahan misalnya dengan memakaikan celana latihan pada si kecil.
9 . Si kecil biasanya akan buang air kecil saat tidur

Seperti sebagian anak, si kecil biasanya akan membutuhkan waktu lebih lama untuk melengkapi pelatihan buang air saat tidur siang dan juga tidur di malam hari. Beranikan si kecil untuk segera menggunakan toilet sebelum pergi tidur dan juga segera begitu ia terbangun. Katakan pada anak jika ia terbangun di tengah malam dan butuh pergi ke toilet maka ia bisa pergi sendiri atau membangunkan kita.
10. Anak hanya merasa aman untuk pergi ke toilet hanya dengan orang tertentu.

Hal ini adalah sesuatu yang normal dan biasa terjadi. Jika anak hanya mau pergi ke toilet dengan kita maka kita bisa perlahan-lahan menarik diri. Tip menarik diri adalah dengan mengantar si kecil ke kamar mandi namun menunggu di luar pintu untuk melatih kemandiriannya.
11. Si kecil ingin kembali memakai popoknya.

Masalah ini seringkali terjadi dalam pelatihan buang air. Hal macam apapun yang menyebabkan seorang anak menjadi tertekan biasanya akan membuat si kecil ingin kembali memakai popoknya. Biasanya keinginan ini timbul begitu si

kecil sakit, ada perubahan dari yang biasa tidur di keranjang menjadi ke tempat tidur, pindah ke rumah baru dan sebagainya. Untuk mengatasinya kita hanya perlu untuk memberikan waktu dan membiarkan rasa tertekan anak berlalu dengan sendirinya.
By Desi Purbi.

Tinggalkan Balasan